Hot Reads

Minggu, 27 Juli 2014

HAJI / UMRAH DULU ?





Seringkali kali kita mendengar pernyataan, “Gak afdol kalo umrah dulu sebelum haji” atau “ dahulukan yang wajib dulu” ada juga yang “ Saya umrah dulu sebelum haji untuk belajar mengabadikan perjalanan iman dan mempersiapkan diri  serta menata hati agar perjalanan “mahal” tak sia-sia dan lebih menjernihkan hari dsb.
Mana yang benar? Pendapat diatas semuanya benar, mengingat keumuman dalil untuk mendahulukan  yang wajib. Akan tetapi khusus untuk ibadah umrah ada kekhususannya karena Rasulullah  SAW melakukannya 3 kali sebelum menjalankan ibadah haji.
Sejarah mencatat Rasulullah SAW menjalankan umrah pertama kali sebagai bagian dari tahun 6 H atau 628 M. Saat itu Rasulullah dihalang-halangi oleh kaum kafir Quraish untuk memasuki kota Mekkah. Setelah berunding, akhirnya tercapai kesepatan yang terkenal dengan nama Perjanjian Hudaibiyah yang salah satu isinya, gencatan senjata dan Rasulullah harus kembali ke Madinah tanpa mengerjakan umrah, akan tetapi boleh akan tetapi diperbolehkan mengerjakan umrah di tahun berikutnya.
Meskipun, gagal mengerjakan umrah akan tetapi, kejadian ini sudah dihitung sebagai umrah Rasulullah yang pertama.
Umrah kedua terjadi tahun 7 H, sebagai bagian dari Perjanjian Hudaibiyah, dan dikenal sebagai umrah Qadha.
Umrah ketiga dilakukan setelah perang Hunain saat peristiwa Pendudukan Mekkah (Fathul Makkah) yang berakhir dengan kemenangan di pihak kaum Muslimin. Rasulullah saat itu berada di Ji’rona untuk membagi rampasan perang, beliau lalu berihram dan melakukan umrah.
Setelah itu baru Rasulullah melakukan umrah yang merupakan bagian dari ritual ibadah haji yang dikenal sebagai haji wada  sebagaimana diriwayatkan dalam hadist Bukhari
866[Bukhari 1778] Diriwayatkan dari Anas bin Malik ra bahwa dia ditanya: “Berapa kali Nabi Saw melaksanakan umrah?” Anas ra menjawab: “Empat kali, 1) Umrah pada peristiwa Hudaibiyah di bulan Dzul Qa’dah yang ketika itu beliau dihalangi oleh orang-orang musyrik. 2) Umrah pada tahun berikutnya pada bulan Dzul Qa’dah pula ketika berlangsung gencatan senjata antara beliau dengan orang-orang musyrik. 3) Umrah dari Ji’ranah, tempat beliau membagikan harta rampasan perang yang setahu saya adalah perang Hunain. 4) Umrah pada haji wada”. Saya tanyakan lagi: “Berapa kali Rasulullah Saw berhaji?” Anas ra menjawab: “Satu kali”.
Untuk saat ini, mengingat antrian haji regular sudah mencapai belasan tahun, sementara haji khusus membutuhkan dana yang tidak murah, mengapa anda tidak berumrah dulu seperti yang dilakukan Rasulullah SWT? Mumpung  umur masih ada dan rejeki masih dilapangkan.

Salam Baitullah
http://www.umrahibunda.com

UMRAH BACKPACKER



Mengenal Backpacker
Umrah Backpacker, Cara Beda Menikmati  Perjalanan Spiritual
– Harga mahal tak menjadi halangan bagi umat yang ingin mengunjungi Tanah Suci. Salah satu solusinya yaitu, dengan menjalankan umrah secara backpacker. Salah seorang yang pernah menunaikan umrah secara backpacker, Herman, mengaku sangat senang bisa memenuhi dahaga spiritualnya ke Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.
Apalagi perjalanan yang dilakukannya cukup unik dengan menempuh jalur berbeda dibanding jamaah pada umumnya. “Pilihan memilih paket ini, pertama karena murah. Kedua, karena ingin menikmati perjalanan spiritual dengan cara beda,” ujarnya,
Herman mengaku, hal yang paling terasa saat menjalani umrah paket hemat adalah badan terasa lebih capai. Namun, karena sejak awal memang ingin menanggung risiko dengan memilih paket backpacker, ia senantiasanya menikmati setiap momen di Tanah Suci.
Ia berkisah, dalam rombongannya pernah ada seorang bapak yang mengeluh kelelahan karena badannya sakit. Namun setelah diingatkan agar tidak mengeluh dan ikhlas menjalani semua, bapak itu tiba-tiba bertemu orang Arab yang fasih berbahasa Indonesia. Oleh orang Arab, bapak itu diberi minuman air mineral.
“Setelah menenggak beberapa teguk, sang bapak langsung sembuh penyakitnya. Inilah hikmah ikut umrah backpacker,” katanya.
Herman menyarankan, agar orang berusia di atas 40 tahun tidak mengambil paket murah. Karena selain cukup merepotkan juga memang menguras energi. Dari pada selama perjalanan hanya mengeluh hingga membuat ibadah umrahnya terganggu, lebih baik mengambil paket reguler. ( sumber : republika )
Mau Umrah…. Kami siap membantu .

Salam BAITULLAH

SMS/CALL :  08787 1968 154 ( XL )
081 299 426 70 ( Simp ) / 081 290 568 32 ( Simp )

RINDU UMRAH HAJI




Seberapa besarkah kerinduan kita pada Baitullah… ?
Apakah ibadah Umrah & haji sudah kita prioritaskan kedalam planning yang akan kita programkan dalam hidup kita?
Kerinduan mengunjungi Baitullah adalah hidayah yang wajib kita jaga. Panggilan Allah untuk berhaji selalu terdengar merdu bagi Hamba-Nya yang rindu dan bersungguh-sungguh meniatkan Ibadah Haji sebagai salah satu tujuan hidupnya. Tujuan hidup tersebut tidak lain adalah yang akan memotivasi kita dalam mencari rizki sebagai perwujudan ibadah.
Tidak sedikit yang mampu secara financial merasa belum siap dan banyak pula yang merasa belum mampu secara financial untuk menunaikan ibadah haji. Sesungguhnya bukan perkara hidayah itu belum ada, bukan pula perkara kita belum mampu secara financial.
Allah itu Maha Kaya dan Ia akan selalu menunjukkan keajaiban bagi hambaNya yang percaya. Maka Istiqomahlah dalam berdoa, berniatlah dengan penuh keyakinan dan ikhtiarlah dengan penuh kesungguhan.
Allah tidak semata – mata memerintahkan hamba-Nya untuk beribadah tanpa adanya hikmah dan kebaikan
Semoga setiap do’a dan setiap langkah kerinduan menuju Baitullah menjadi ladang amal yang terus mengalir,

Salam BAITULLAH

SMS/CALL  08787 1968 154   /   081 290 568 32

Kamis, 10 Juli 2014

Bersegera Umrah




Saudaraku … Kita meyakini bahwa do’a yang kita panjatkan kepada Allah swt pasti dikabulkan dimanapun kita berada .
Namun, berdoa di Tanah Suci itu kekuatan atau energinya terasa lebih dahsyat dibandingkan di tempat lain. Menurut pengalaman kami,  Segala Keinginan hidup yang kita  ajukan di Tanah Suci akan terwujud lebih cepat dari target waktu yang kita tetapkan.
Mengapa demikian….Tanah Suci adalah tempat yang dimuliakan oleh Allah.  didalamnya ada Masjidil Haram, barang siapa yang sholat di Masjidil Haram itu pahalanya 100 ribu kali lipat dibandingkan dengan masjid lain,  banyak tempat-tempat yang mustajab untuk berdoa. Di Madinah ada masjid Nabawi, siapa yang sholat di masjid itu pahalanya seribu kali lipat dibandingkan . ada  Raudhah, tempat yang makbul untuk berdoa. Di masjid ini pula terdapat makam Nabi Muhammad saw dan dua sahabat terbaiknya Abu Bakar ra dan Umar ra.
Di tempat-tempat makbulnya doa itulah kita akan mengajukan Segala keinginan kita kepada Allah swt.
Nah Saudaraku ….. mari bersegera  umrah & haji.

Salam Baitullah

Senin, 07 Juli 2014

tawaf


Makkah





UMRAH

Mengingat keutamaan ibadah umrah dan banyaknya kaum muslimin dari negeri ini yang melaksanakan umrah, maka penyusun merasa amat perlu untuk menulis bab ini, guna membantu mempermudah mereka dalam pelaksanaan umrah sesuai dengan tuntunan Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam.
Dengan menyebut Nama Allah dan memohon taufik serta pertolongan dari-Nya, penyusun berkata:
Tata Cara Pelaksanaan Umrah
  • Jika seseorang akan melaksanakan umrah, dianjurkan untuk mempersiapkan diri sebelum berihram dengan mandi sebagai-mana seorang yang mandi junub, memakai wangi-wangian yang terbaik jika ada dan memakai pakaian ihram.
  • Pakaian ihram bagi laki-laki berupa dua lembar kain ihram yang berfungsi sebagai sarung dan penutup pundak. Adapun bagi wanita, ia memakai pakaian yang telah disyari’atkan yang menutupi seluruh tubuhnya, namun tidak dibenarkan memakai cadar/niqab (penutup wajahnya) dan tidak dibolehkan memakai sarung tangan.
  • Berihram dari miqat untuk umrah dengan mengucapkan:
    لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ بِعُمْرَةٍ

Jika khawatir tidak dapat menyelesaikan umrah karena sakit atau adanya penghalang lain, maka dibolehkan mengucapkan persyaratan setelah mengucapkan kalimat diatas dengan mengatakan:
اللَّهُمَّ مَحِلِّى حَيْثُ حَبَسْتَنِى
Dengan mengucapkan persyaratan ini -baik dalam umrah maupun ketika haji-, jika seseorang terhalang untuk menyem-purnakan manasiknya, maka dia diper-bolehkan bertahallul dan tidak wajib mem-bayar dam (menyembelih seekor kambing).
  • Tidak ada shalat khusus untuk berihram, namun jika bertepatan dengan waktu shalat wajib, maka shalatlah lalu berihram setelah shalat.
  • Setelah mengucapkan “talbiyah umrah” (pada point ke tiga), dilanjutkan dengan membaca dan memperbanyak talbiyah berikut ini, sambil mengeraskan suara hingga tiba di Makkah.
    لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ لَبَّيْكَ لاَ شَرَيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ إِنَّ الْحَمْدَ وَ النِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيَكَ لَكَ
  • Jika memungkinkan, seseorang dianjurkan untuk mandi sebelum masuk kota Makkah.
  • Masuk Masjidil Haram dengan mendahu-lukan kaki kanan sambil membaca do’a masuk masjid:
    اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَسَلِّمْ. اللَّهُمَّ افْتَحْ لِى أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ
    atau:
    أَعُوْذُبِاللهِ الْعَظِيْمِ وَبِوَجْهِهِ
    الْكَرِيْمِ وَ سُلْطَانَهِ الْقَدِيْمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ
  • Mengangkat kedua tangan ketika melihat Ka’bah sambil membaca:

اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ وَ مِنْكَ السَّلاَمُ فَحَيِّنَا رَبَّنَا بِالسَّلاَمِ 
Atau membaca do’a-do’a selainnya.
Thawaf Umrah.
  • Menuju ke Hajar Aswad, lalu menghadapnya sambil membaca ” اللَّهُ أَكْبَرُ ” atau “بِسْمِ اللَّهِ اللَّهُ اَكْبَرُ ” lalu mengusapnya dengan tangan kanan dan menciumnya, jika tidak memungkinkan untuk menciumnya, maka cukup dengan mengusapnya, lalu mencium tangan yang mengusap Hajar Aswad. Jika tidak memungkinkan untuk mengusap-nya, maka cukup dengan memberi isyarat kepadanya dengan tangan, namun tidak mencium tangan yang memberi isyarat.
  • Kemudian memulai thawaf umrah tujuh putaran, dimulai dari Hajar Aswad dan berakhir di Hajar Aswad pula. Dan di-sunnahkan berlari-lari kecil pada tiga putaran pertama dan berjalan biasa pada empat putaran terakhir.
  • Disunnahkan pula mengusap Rukun Ya-mani pada setiap putaran thawaf, namun tidak dianjurkan menciumnya, dan apa-bila tidak memungkinkan untuk meng-usapnya, maka tidak perlu memberi isyarat dengan tangan.
  • Ketika berada di antara RukunYamani dan Hajar Aswad, disunnahkan membaca:
    رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ
  • Tidak ada dzikir/bacaan tertentu pada waktu thawaf, selain yang disebutkan pada No. 13. Dan seorang yang thawaf boleh membaca al-Qur-an atau do’a dan dzikir yang dikehendakinya.
  • Setelah thawaf, menutup kedua pundaknya, lalu menuju ke maqam Ibrahim sambil membaca:
  • Shalat sunnah thawaf dua rakaat di bela-kang maqam Ibrahim, pada rakaat per-tama setelah membaca surat al-Fatihah, membaca:
    Dan pada rakaat kedua setelah membaca al-Fatihah membaca:
  • Setelah shalat, disunnahkan minum air zam-zam dan menyirami kepala dengannya.
  • Kembali ke Hajar Aswad, bertakbir lalu mengusap dan menciumnya, jika hal itu memungkinkan, atau mengusapnya atau memberi isyarat kepadanya.
Sa’i Umrah.
  • Kemudian menuju ke bukit Shafa untuk melaksanakan Sa’i umrah, dan jika telah mendekat Shafa, membaca firman Allah:
    Lalu mengucapkan:
نَبْدَأُ بِمَا بَدَأَ اللَّهُ بِهِ
  • Menaiki bukit Shafa lalu menghadap ke arah Ka’bah hingga melihatnya, jika hal itu memungkinkan, kemudian membaca:
    (اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أكْبَرُ )3(x )
    لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَ لَهُ الْحَمْدُ يُحْيِ وَ يُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
    لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ أَنْجَزَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَحَزَمَ اْلأَحْزَابَ
    وَحْدَهُ
  • Bacaan ini dilakukan/diulangi tiga kali dan berdo’a di antara pengulangan-pengulangan itu dengan do’a apa saja yang dikehendaki.
  • Lalu turun dari Shafa dan berjalan menuju ke Marwah.
  • Disunnahkan berlari-lari kecil dengan cepat dan sungguh-sungguh di antara dua tanda lampu hijau yang berada di Mas’a (tempat sa’i), lalu berjalan biasa menuju Marwah dan menaikinya.
  • Setibanya di Marwah, kerjakanlah apa-apa yang dikerjakan di Shafa, yaitu menghadap kiblat, bertakbir, membaca dzikir pada No. 21 dan berdo’a dengan do’a apa saja yang dikehendaki, perjalanan ini (dari Shafa ke Marwah) dihitung satu putaran.
  • Kemudian turunlah, lalu menuju ke Shafa dengan berjalan ditempat yang ditentukan untuk berjalan dan berlari ditempat yang ditentukan untuk berlari, lalu naik ke Shafa dan lakukan seperti semula, dengan demikian terhitung dua putaran.
  • Lakukan hal ini sampai tujuh kali dengan berakhir di Marwah.
  • Ketika sa’i, tidak ada dzikir-dzikir terten-tu, maka boleh berdzikir, berdo’a atau membaca bacaan-bacaan yang dikehendaki.
  • Jika membaca do’a ini:
    رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ إِنَّكَ أَنْتَ اْلأَعَزُّ اْلأَكْرَمُ
    tidaklah mengapa, karena telah diriwayatkan dari ‘Abdullah bin Mas’ud dan ‘Abdullah bin ‘Umar Radhiallaahu anhu , bahwasanya mereka membacanya ketika sa’i.
  • Setelah sa’i, maka bertahallul dengan memendekkan seluruh rambut kepala atau mencukur gundul, dan yang mencukur gundul itulah yang lebih afdhal. Adapun bagi wanita, cukup dengan memotong rambutnya sepanjang satu ruas jari.
  • Setelah memotong/mencukur rambut, maka berakhirlah ibadah umrah dan anda telah dihalalkan/dibolehkan untuk mengerjakan hal-hal yang tadinya dilarang ketika dalam keadaan ihram.

Demikianlah ringkasan amalan umrah ini kami susun, semoga Allah menerima umrah yang anda kerjakan dan jangan lupa pula do’a anda untuk penyusun risalah ini, semoga dosa-dosanya diampuni dan amalan kebaikannya diterima oleh Allah Subhannahu wa Ta’ala .
Hanya Allah-lah pemberi taufik. ( alquran-sunnah  )
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَ أَتُوْبُ إِلَيْكَ.
Salam Baitullah
SMS/CALL  08787 1968 154 – 081 290 568 32
Copyright © 2014 UMRAH BANTEN